You are currently browsing the monthly archive for Desember 2009.
Lobster air tawar yang sudah di panen biasanya dikirim dalam keadaan hidup. Agar dapat sampai di tujuan dengan baik, perlu dilakukan pengemasan yang baik pula.
Untuk lobster ukuran konsumsi atau bibit, pengemasan biasa dilakukan dengan kemasan kering. Sedangkan untuk indukan yang sedang bertelur atau membawa embrio, pengemasan dilakukan dengan cara pengemasan basah.
Pengemasan basah ini sama dengan pengemasan ikan pada umumnya. Lobster dimasukkan ke dalam wadah plastik dan diberikan oksigen. Hanya bedanya, untuk lobster plastik yang digunakan harus dirangkap 2/3 buah untuk menghindari kebocoran akibat capit lobster.
Pengemasan secara kering lebih sering digunakan karena lebih mudah dan efisien. Kemasannya cukup menggunakan box styrofoam atau kotak plastik untuk nasi kuning yang diberi alas koran, kapas, kertas tisu atau kain yang dibasahi.
Untuk pengiriman jarak jauh biasanya di dalam kotak ditambahkan es batu untuk mempertahankan agar suhu tetap rendah. Hanya saja es batu jangan sampai menyentuh lobster secara langsung karena dapat menyebabkan kematian.
Kolam terpal adalah kolam yang biaya pembuatannya sangat murah. Kolam terpal cocok untuk daerah yang tanahnya tidak bisa menyimpan air. Bahan yang dibutuhkan hanya terpal, sekam dan batako/bata merah.
Ukuran terpal yang dibutuhkan adalah:
Panjang terpal = panjang kolam terpal+ (2x kedalaman kolam) + 10 cm.
Lebar terpal = lebar kolam + (2x kedalaman kolam terpal) + 10 cm.
Kolam sebaiknya dibuat di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Gali tanah dengan luas dan kedalaman sesuai dengan yang diinginkan. Tanah dari hasil galian kolam digunakan untuk membuat tanggul. Padatkan tanggul supaya tanggul tersebut kuat. Permukaan tanggul diberi batako/bata merah.
Setelah penggalian selesai, dasar kolam diberi sekam setinggi kurang lebih 10 cm. Terpal di pasang dan sisa terpal (10 cm) ditutupi dengan batu bata atau batako. Kolam siap diisi air.
Kolam terpal bisa juga dibuat dengan tanpa melakukaan penggalian. Sebagai ganti galian kolam, bisa dibuat kerangka dari tumpukan batu bata atau batako. Cara pembuatan selanjutnya sama dengan cara di atas.







