November 7, 2009

Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus), Budidaya Pembesaran

Pembesaran merupakan tahap paling akhir dalam budidaya Lobster. Hasilnya adalah Lobster untuk keperluan konsumsi atau untuk lobster hias.

Hal yang pokok dalam budidaya lobster adalah kolam, benih, kualitas air, dan pakan.

Kolam untuk budidaya lobster pada prinsipnya sama dengan kolam untuk budidaya ikan air tawar. Bisa kolam semen atau kolam tanah. Kedalaman yang optimal adalah antara 60 cm-1,5 m. Kedalaman kurang dari itu pun sebenarnya masih bisa di gunakan asalkan diberikan naungan yang cukup.

Yang membedakan kolam budidaya lobster dengan kolam untuk budidaya ikan adalah perlengkapannya. Kolam lobster harus dilengkapi dengan persembunyian untuk mengantisipasi sifat kanibalisme. Bahan yang biasa digunakan adalah paranet, potongan bambu, potongan pipa PVC atau daun kelapa.  Selain itu bagian pinggir kolam harus dibuat licin untuk menghalangi kaburnya lobster.

Benih dipilih yang berkualitas yaitu benih berukuran 2 inci atau lebih dan berumur tidak lebih dari 2 bulan. Apabila ukurannya 2 inci tetapi umurnya lebih dari 2 bulan, benih tersebut sulit menjadi besar (kuntet). Selain itu pilih benih yang asal-usulnya jelas.

Apabila ukuran benih terlalu kecil lobster akan  rawan mengalami kematian. Selain karena masih peka terhadap perubahan lingkungan,  juga mudah  dimangsa predator. Kepadatan benih 5-15 ekor /meter.

Lobster menghendaki air yang kaya oksigen. Kadar oksigen yang optimal adalah 5 ppm. Untuk meningkatkan kadar oksigen biasanya ditambahkan aerator atau jika memungkinkan diberikan aliran air terus menerus. Lobster juga peka terhadap minyak, pestisida, sabun dan kadar amoniak.

Pada dasarnya lobster adalah hewan omnifora. Daging, cacing, keong mas, sayuran, kacang-kacangan, umbi-umbian atau pakan komersial bisa dipakai untuk pakan lobster.  Namun untuk pertumbukan optimal sebaiknya diberikan makanan yang mengandung kadar protein cukup.

Pemberian pakan lobster dilakukan dua kali sehari sebanyak 3 % berat tubuh. Pagi hari 25% dan malam hari 75 %. Hal ini menyesuaikan dengan sifat hidup lobster yang nokturnal. Pemberian pakan tidak boleh berlebihan karena pakan yang tersisa menngkatkan kadar amonia dan menimbulkan penyakit.

Untuk budidaya  lobster konsumsi biasanya dibutuhkan waktu 6-7 bulan.   Hasilnya adalah lobster dengan berat 25-120 gram karena pertumbuhannya tidak sama.-

Baca juga:

November 6, 2009

Tentang Infusoria

Infusoria adalah nama untuk berbagai jenis binatang bersel tunggal yang termasuk golongan protozoa. Infusoria berukuran antara 40-100 mikron. Ukuran ini sesuai dengan ukuran mulut larva ikan, sehingga banyak dibudidayakan untuk digunakan sebagai pakan larva ikan.

Berdasarkan alat geraknya, infusoria dibedakan menjadi 2 yaitu ciliata dan flagellata. Ciliata adalah infusoria yang bergerak menggunakan rambut getar (cilia). Yang termasuk ciliata adalah Paramaecium caudatum, Didinium narutum, Calpodium capulum,dll.

Flagellata adalah infusoria yang bergerak dengan menggunakan bulu cambuk (flagel). Yang termasuk flagellata adalah Euglena viridis, Pandorina sp, Chilomonas sp, dll.

Infusoria sebagian besar hidup di air tawar terutama dimana terjadi proses pembusukan. Makanannya adalah bakteri dan protozoa lain yang lebih kecil misal ganggang renik dan ragi.

Infusoria berkembangbiak dengan cara membelah diri dan dengan cara konjugasi. Infusoria tidak menyukai sinar matahari sehingga banyak terdapat di perairan yang teduh dan ditumbuhi tumbuhuhan air.

.

Baca juga:

November 5, 2009

Memisahkan dan Membersihkan Tubifex (Cacing Sutra) dari Lumpur

Panen cacing sutra hasil budidaya biasanya dilakukan dengan mengambil cacing beserta lumpurnya. Cacing lalu dicuci bersih menggunakan air yang mengalir.

Jika cacing sutra yang dipanen jumlahnya sedikit, cara tersebut mudah dilakukan. Namun apabila jumlah cacing sutra yang dipanen banyak, cara tersebut menjadi tidak praktis dan cara berikut bisa digunakan.

Cacing sutra yang bercampur lumpur diletakkan dalam wadah yang mempunyai permukaan lebar. Campuran tersebut dihamparkan dengan ketebalan kira-kira 2cm. Tambahkan air kurang lebih 1 cm lalu seluruh permukaan air ditutup dengan plastik berwarna hitam. Campuran tersebut didiamkan selama semalam.

Setelah di diamkan selama semalam, wadah tersebut dibuka. Kalau semuanya berjalan normal, cacing sutra sudah terpisah dari lumpur. Cacing sutra di bagian atas, dan lumpur di bagian bawah.

Cacing sutra hasil panen sebaiknya tidak langsung digunakan untuk pakan ikan. Karena meskipun sudah bersih dari lumpur namun seringkali masih mengandung bakteri patogen maupun bibit penyakit lainnya. Sebelum digunakan, cacing sutra sebaiknya diletakkan dalam air bersih yang mengalir selama 2-4 hari.

.

Baca juga: